Showing posts with label Kuliner Enak. Show all posts
Showing posts with label Kuliner Enak. Show all posts

Tuesday, June 27, 2017

Iseng Ngopi di Indomaret Point , Mahal Gak Siy?




Ramainya berita tentang bangkrutnya Seven Eleven membuat Bunda Aira yang biasanya cuek dengan berita berita seputar ekonomi jadi penasaran…..

Penasaran karena mulai dari Pengamat Ekonomi selepel Aviliani ataupun Rhenald Kasali sampe ikut memberikan komentarnya….

Rhenald Kasali intinya bilang ini karena regulasi dari Pemerintah yang tidak bersahabat…
Sementara Aviliani lain lagi, menurutnya Tipikal konsumen Seven Eleven yang kebanyakan anak anak Alay   eh anak muda kamsudnya Hanya lebih banyak nongkrongnya daripada jajannya….
So Sepen ilepen gak mampu lagi untuk bertahan dengan tipikal konsumen seperti itu…

Dulu siy Bunda Aira waktu ke Jakarta sempet nyicipin Masuk ke Sepen Ilepen…
Karena Bunda Aira suka sosis ya milihlah tu menu, tapi sebutannya Hot Dog, padahal bukan Dog tapi sosis sapi….

Yang bikin emezing ya itu, ternyata kita boleh sesuka hati alias seenak udele ngambil melted cheese nya alias saus kejunya….. Mo Ambil Sejumput, Seember atau sebaskom bebaaaaaaas terserah kita gaessss….

Ampe Bunda Aira waktu itu mikir gini, kalo semua orang yang beli ngambil saus keju seenak udele apa kagak bangkrut yak….

Lha wong Resotoran Richeese aja kalo ngasih saus keju seumprit banget, eeeh ini ampe sebegitu dermawannya ama konsumen Indonesia

Eeeeh Lha koq sekarang kejadian, yang katanya udah beberapa tahun terakhir Sepen Ilepen terus mengalami kerugian…



Kembali Ke Laptop….
So gimana dengan Indomaret Point ???
Waduw karena Bunda Aira bukan termasuk anak nongkrong, Jadi Hanya sesekali mampir di Indomaret Point Kalo pas lagi ke Semarang  . Dibela belain karena pengen tahu soale kayae di Kendal belon ada…

Yang Bunda Aira tahu Kalo di Semarang ada sekitar 3-an,  Indomaret Point di Pandanaran, Indomaret Point di Jalan Pemuda dan terakhir di Indomaret Point Simpang Lima di Jalan Gajah Mada …
Dan Satu yang selalu Bunda Aira beli adalah Kopinya, utamanya Green Tea Latte….

Di Dua Indomaret Point yaitu di Pemuda dan Pandanaran harganya sama pemirsaaah, 8 rebu rupiah, dan itu kita ambil gelas dan kopinya sendiri di mesin kopinya, Sedangkan di Simpang Lima Bunda sempet bingung nyari mesin kopinya, eeeh ternyata ada pelayannya sendiri,,, yang bikin emeziiiiiing harganya pemirsaaaaaah…


Green Tea Latte dibandrol 20 rebu rupiah, waoooow,
Padahal duit segitu maaah masih sisa kalo beli Semangkuk Bakso Pak Geger yang tersohor itu, ato Beli Pempek Selamnya Ny Kamto….  Hehehe…
Yaaah Tapi gimana lagi Lokasinya emang waow banget siy, Ring satu semarang…
Cukuplah sesekali azzah yah pemirsaaah jangan sering sering, hehe….

Sunday, March 5, 2017

Sempol : Sebuah Jajanan Kekinian


Apakah Anda  orang kekinian?

Tahukan Anda dengan jajanan ini?

Jika anda belum tahu maka Anda tak layak disebut sebagai orang kekinian, hihihi....
Inilah sebuah jajan yang terkenal dengan sebutan Sempol...

Sempol sendiri jika dirunut menurut Ahli Sejarah perkulineran berasal dari Ngalam (Malang kamsudnya)

Sebenarnya jajajan kini dan dulu tu sama aja siy menurut Bunda Aira , hanya packaging ya saja yang berbeda...

Koq gitu ?
Yaaah namanya jajanan pasti gak jauh jauh dari kata kunci  Tepung terigu, tepung tapioka, Saus, digoreng dan Royco atau perasa ikan atau Ayam...

Sejatinya Sempol itu terdapat Campuran daging ayamnya, tapiiiii....
Apakah masuk logika jika pedagang menggunakan daging ayam, hihihi...
Yang penting enak siy, ya kan ya kaaaaan?

Monday, February 20, 2017

Bubur Ayam Alun Alun Kaliwungu




Di jagad kuliner Indonesia yang maha kaya, Sebuah makanan meskipun memiliki nama yang serupa, belum tentu komposisinya juga sama, bahkan bisa berbeda sama sekali. Ambil Contoh Bubur Ayam ...

Jika Anda pernah merasakan Bubur Ayam yang biasa dijajakan di Jakarta, Anda akan kaget ketika merasakan Bubur Ayam Semarang pada umumnya. Di Jakarta rata rata Bubur ayam dijajakan dengan kuah gurih (kuah opor ayam) . Sedangkan di Semarang Bubur Ayam kebanyakan dijajakan dengan kuah manis (semacam kuah semur gitu). Meskipun hal itu tidak mutlak, karena di Semarang ada juga Pedagang Bubur ayam dengan kuah opor. Jika Anda kebetulan berada di Semarang dan kebetulan pengen Bubur Ayam Ala Jakarta Anda bisa datang ke ke tempat Bubur Ayam Bang Udin di Jl Indraprasta atau Bubur Ayam Pak Brewok Tembalang....

Tapi jika Anda bosan dengan kedua jenis Bubur Ayam itu  datanglah ke Alun Alun Kaliwungu kabupaten Kendal....

Kalo belum tahu Kaliwungu, Kaliwungu itu Kecamatan dimana Kawasan Industri Kendal berada....
Disini Anda akan menemukan Bubur Ayam dengan jenis lain lagi, Saya menyebutnya Bubur Ayam Soto, karena Kuahnya lebih mirip Soto dibanding Kuah Opor, karena dia nggak pake Santan...

Saya berani mengatakan inilah bubur ayam paling laris di Kaliwungu....
Mungkin karena dia adalah pionir Bubur Ayam di Kaliwungu, Sebelum adanya Bubur Ayam orang Kaliwungu lebih tahu Bubur jangan (sayur lodeh/gori)atau Bubur Pecel, hehehe...
Soal rasa yaaah lumayan enaklah dengan sensasi rasa gurih dan sedikit aroma lada gituh...
Apalagi ditunjang dengan harga yang murah, suasana pagi yang masih dingin dan lokasi yang strategis, menambah khidmat ritual menyantap Bubur Ayam....




Bubur Ayam ini hanya berjualan sekitar jam 5 atau setengah 6 pagi gitu hingga jam 8 atau 9 tergantung persediaan, jadi jangan datang di luar jam itu, hehehe....

Wednesday, February 8, 2017

Bakso Tejos : Jajanan Legendaris di Kaliwungu

Bakso Tejos Yang Berbalur Bumbu Saus dan Bumbu Kacang Tanah Ramuan Kang Mamet


Sebut saja namanya Mamet ( begitulah sapaaan orang kepadaNya). Mamet bukanlah penduduk Asli Kaliwungu, yang saya tahu Kang mamet berasal dari Tanah Sunda, awal kedatangannya ke Kaliwungu sekira tahun 90-an tak lain adalah untuk mengadu nasib, jalan yang dipilihnya saat itu adalah sebagai tukang mendreng ( tukang kredit Keliling ). Berkat keuletannya kang Mamet cukup populer di kalangan Ibu ibu, karena “hobinya” berkeliling dari satu kampung ke kampung yang lain di Kaliwungu. Buku catatan dan barang2  “pesanan” customer menjadi bawaan wajibnya. Usahanyapun berjalan cukup lancar, hingga akhirnya krisis moneter melanda Indonesia tahun 1998 (waah kosakata pengamat banget) membuat Non Performing Loan (NPL) alias kredit macet Kang mamet ini meningkat cukup tajam. Kang mamet pun banting setir...

Setelah namanya cukup melambung, Bakso Tejos Kang Mamet tak lagi mendatangi sekolah sekolah tapi Pelanggannya-lah yang mendatanginya di Pangkalannya


Tak ada lagi jejak langkah Kang Mamat dari satu kampung ke kampung lain, tapi saya malah menemukan sosoknya di Sekolahku (SMP 1 Kaliwungu ). Pada tahun tahun  tersebut, tiap jam istirahat siang  bang Mamet selalu datang namun tak ada lagi buku catatan dan barang pesanan customernya,Dia datang dengan gerobak birunya memperkenalkan produk yang kelak akan menjadi cukup fenomenal di Kaliwungu dan melegenda hingga sekarang *agak lebay*. Beliau menyebut produknya dengan sebutan Tejos. Apa itu Tejos ?? Sebetulnya secara komposisi Tejos tidaklah terbilang istimewa, ramuannya hampir sama dengan Cilok, tapi berkat “branding” Tejoslah, akhirnya produk ini melegenda.

Bahkan setiap kedatangan Kang mamet selalu dinanti oleh anak anak saat itu. Pada masa itu cilok atau tejos masih lumayan asing dengan lidah orang kaliwungu, karena mereka biasa menikmati bakso bakso pentol yang biasa kita kenal,  Dulu tejos Kang mamet hadir dengan rasa bawang putih yang begitu “nyegrak” alias menyengat dengan bonus cuilan cuilan entah daging entah babat entah apalah itu ditengahnya, hanya bang mamat yang tahu betul komposisinya, namun dengan perbedaan inilah Tejos menghadirkan warna lain di dunia per”jajan”an Kaliwungu. Tak mau terlena dengan kesuksesannya saat ini Kang mamet telah mendiversifikasi produknya. Tak hanya tejos yang menjadi dagangannya, kini dia sudah melengkapinya dengan siomay dan kawan kawannya seperti kentang, telor, tahu dll. Selain itu Tejosnya pun sudah diwariskan hingga generasi kedua a.k.a anaknya. Bagi anda yang besar di era 90-an dan ingin bernostalgia dengan jajanan Legendaris ini, datanglah ke pangkalannya didepan Masjid Al Muttaqin Kaliwungu

Monday, December 12, 2016

Weh Wehan : Sebuah Tradisi Maulud Nabi di Kaliwungu




Mumpung masih suasana Maulid nabi jadi pengen nulis tradisi Maulud Nabi yang ada di Kaliwungu....
Sebenernya sih telat banget nulis ini....
Karena sudah ditulis dimana mana....

Tapi gak afdhol rasanya kalo gak saya tulis sebagai orang Kaliwungu Asli...
Tradisi ini namanya Weh Wehan, Weh Wehan sendiri berasal dari bahasa Zimbabwe, Ya tentu saja dari bahasa Jawa lah, artinya Saling ngewehi atau saling memberi atau bahasa enggresnya Ijol Ijolan...
Hehehe...

Di Sekitar Rumahku, tradisi ini biasanya berlangsung mulai sore hingga terbenanmnya matahari....
Inilah sebuah Tradisi yang  paling ditunggu oleh Anak anak, walaupun sebenernya orang tua juga menyukainya...
Namanya juga anak anak pasti suka dong dengan jajanan apalagi dengan jumlah banyak...

Menariknya kalo dalam satu keluarga tidak ada anak kecilnya ya biasanya hanya menunggu cantik di rumah untuk diwewehi duluan, artinya lebih pasif, karena biasanya memang yang weweh dari satu tempat ke tempat lain anak anak....

Uniknya diantara anak anak yang weweh itu biasanya saling cerita, dimana tempat makanannya joss (tentunya joss untuk ukuran anak anak) , misal ada es krimnya atau ada snack snack yang disukai, pasti deh jadi buruan rame rame, (Hufft jadi mengenang masa lalu niyh )

Kalo anak kecil biasanya gak suka yang menunya nasi atau ketan gituh, Kalo orang tua ya laen lagi...
Dari jaman ke Jaman Weh Wehan sudah mengalami banyak perkembangan, utamanya adalah masalah packaging dan jenis makannya, Dari Packaging dulu mah cuma kertas atau plastik biasa, sekarang mah udah muacem muacem ada gelas plastik, piring plastik , stereofoam dan packaging modern lainnya....

Sedangkan dari jenis makannya juga sudah macem macem, Dulu yang jajanannya snack lumayan sedikit, kalo sekarang udah buanyak, selain praktis juga dapet disimpen untuk esok hari, dan yang terpenting disukai anak anak.....

Tapi yang paling legend dan juara sepanjang masa adalah sumpil, lontong berbalut daun bambu ini tak pernah lekang dimakan waktu, dimakan dengan sambel kelapa pedes.. Duuuuh jadi ngiler....

Tertarik???

Tinggal dong di Kaliwungu....

Sate Kerbau : Bukan Sate Biasa




Tahukah Anda jenis makanan apa yang paling cepat habis di sebuah resepsi perkawinan ??
Nyeraaaaaah??
Gak Tahu ??


Baik ,kalo gak tahu akan saya beberkan, ceileeeh....
Dikutip dari berbagai penelitian, dengan metode purposive sampling (huex) ternyata didapat kesimpulan bahwa makanan tersebut adalah Sateeeeeee pemirsaaah.....




Kenapa Sate ??

Ya Karena Enaak, hehehe , jawaban yang simpel ya pemirsaah...
Selain karena alasan itu, tak lain karena masak sate di rumah itu bukan suatu hal yang lumrah kecuali di hari Raya Kurban, Kenapa tidak lumrah? karena masak sate itu ribet dan melelahkan, apalagi kebanyakan kita lebih suka masak sate pake arang bakar, Padahal nyalain arang bakar itu gak gampang, (padahal gampang ding kalo tahu tipsnya) belum motong motongin dagingnya, ngipas ngipasin satenya ampe belum bikin bumbunya.....

Karena saking favoritnya maka kali ini saya akan menulis salah satu kuliner Sate yang jarang kita temukan di Kaliwungu, yaaa karena pedagang sate jenis ini terbatas sekali jumlahnya....
Mungkin kalo di Kudus atau Semarang banyak kita temukan pedagang sate ini....
Dialah Sate Kerbau.....

Bagi yang penasaran,mampir aja ke halaman parkir masjid AlMuttaqin Kaliwungu, nanti ada tulisan jual sate kerbau, Naaah disitulah tempatnya....
Tempatnya sih sederhana...
Tapi cukuplah kalo untuk sekedar makan sate...
Terakhir kesana siy harganya masih 3 ribu satu tusuknya...
Komposisinya sendiri fifty fifty, lemak alias gajih dan dagingnya sama banyaknya....
Sepanjang yang saya tahu siy tidak ada yang full daging dalam satu tusuknya....
Soal Rasa lumayanlah, rasanya kenyal kenyal gimana gitu seratnya, sulit diungkapkan dengan katah katah.....

Sate kerbau disini dipadu dengan bumbu kacang....
Biasanya kalo saya mbungkus selalu saya kasih tambahan cabe dan kecap lagi biar tambah maknyuuuuus....

Makan dua tusuk aja siy sebenarnya udah cukup, lha wong kalo kita beli nasi padang aja rendangnya juga seuprit tho??
Hehe, tapi kalo lagi pengen makan sate kerbau 2 tusuk mah kagak nendang,hehehe...
Tertarik mencoba kuliner langka Kaliwungu ini ??

Monggoooo....

Thursday, December 8, 2016

Menikmati Pizza Juara : Pizza Hut

Pizza Franfurter Ukuran Sedang Cocok dimakan untuk 2 atau 3 orang , Tinggal 2 Slices lagi dari 4 

Sebut saja namanya Pizza...
Padahal itu nama sebenarnya, hehehe....
Makanan dari Italy ini sudah begitu populer di seluruh dunia, Bahkan di negara dunia ketiga macam Kaliwungu...

Makanan Diskonan Yang Hanya Bisa Dipesan Jam 14.00 s.d 18.00 dengan harga diskon tentunya Namanya Cheese Potato


Buktinya seluruh pelosok negeri termasuk Kaliwungu banyak pedagang menjajakan makanan ini dengan harga bervariasi mulai dari yang sepuluh ribu seloyang sampai berharga puluhan ribu...

Mulai dari pedagang kaki lima sampai pemilik gerai roti punya produk pizza nya sendiri sendiri...


Ini Yang Namanya Surimi, Rasanya siy gak mirip lagi dengan tempura tapi persis  


Soal Rasa??
Hmm tentu saja berbeda, Tepungnya aja udah beda, komposisi bahannya, cara masaknya dan sebagainya....

Dan diantara begitu banyak merk Pizza yang ada di dunia ini, saya paling suka dengan Pizza Hut....
Tapi mahaaaaaaaaaal....

Ya gpplah sekali kali, namanya juga lagi pengen, Kalo lagi ngirit ya beli yang sepuluh ribu aja deket rumah, Tapi ya gitu rasa rotinya lebih mirip bolu daripada pizza...

Diantara yang mahal mahal itu kayaknya minumannya yang bikin nyesek harganya belum pajaknya, Coz kalo minuman siy rasanya ya sebelas dua belaslah gak jauh beda, eman eman gitu loch....
Untung tadi pas jalan jalan ada minuman di tas lumayaaaaan, hehehehe....

Mau lihat daftar menu makanan dan minuman di Pizza Hut Semarang????


Cekidot....





































Monday, February 22, 2016

Daftar Tempat Makan Enak dan Murah Meriah di Sekitar Pasar Johar Semarang

Konon katanya pengalaman adalah guru yang paling berharga….

Apalagi jika itu adalah pengalaman buruk….

Itu pula yang pernah saya alami di Pasar Johar beberapa tahun lalu, Pasar yang sebelum kebakaran besar tahun 2015 masih menyandang predikat sebagai pasar terbesar di Kota Semarang. Bukan, bukan cerita tentang kecopetan namun Pengalaman digetok Pedagang Makanan di Area Pasar Johar Semarang….

Ceritanya setelah selesai muter muter Pasar Johar perut mulai terasa laper, berhubung masih awam dengan kondisi Pasar Johar, saya tengak tengok kanan kiri mencari warung makan, waktu itu saya lagi pengen soto dan akhirnya saya menemukan sebuah warung makan yang ditendanya tertulis belasan menu makanan , termasuk didalamnya soto ayam. Tak menunggu waktu lama segera saya bergegas  menuju warung tersebut, meskipun warung tersebut sepi saya tidak menaruh curiga sama sekali. Yang bikin aneh ketika saya pesan soto ayam, Si Pedagang yang seorang Ibu Ibu malah merebus air kira kira 1 gelas kecil. Saya hanya  membatin saya kan gak pesen teh panas, Ooh mungkin buat orang lain batin saya, tapi setelah saya pesen, hanya ada 2 anak SMA yang datang itupun mereka pesen es teh…. Begitu air mendidih, Si Pedagang menuangkan beberapa sendok sayur cairan kental yang dia ambil dari Panci satunya lagi, setelah saya perhatikan dengan seksama ternyata cairan tersebut adalah kuah soto……

Alamaaaaaaaaaak, seumur hidup beli soto baru kali ini saya menyaksikan kejadian seperti ini,  biasanya teh ato kopi yang diseduh, tapi ini sotooooo.... Karena telanjur pesen saya cobain soto tersebut, satu hingga dua sendok dan saya gak sanggup untuk melanjutkannya. Ini adalah Soto paling “ajaib” di seumur hidup saya. Kejadian tak berhenti sampai disitu.. Puncaknya ketika saya membayar “ramuan ajaib” itu. “Lima Belas Ribu” kata sang pedangang, Saya hanya bisa  mengelus dada, Astaghfirullahaladzim cobaan apa lagi ini, dikala harga soto ayam untuk ukuran warung seharga lima ribu, saya digetok lima belas ribu. Ternyata tidak hanya saya dua anak SMA tadi juga digetok sepuluh ribu rupiah untuk semangkuk mie ayam di kala harga pasaran mie ayam saat itu hanya lima ribu, Sungguh bener bener tega, Apakah uang yang dia dapatkan dengan cara seperti itu bisa membawa berkah ??? Wallahu a’lam

Pengalaman tersebut bener bener membuat saya belajar untuk lebih berhati hati terhadap oknum pedagang makanan. Dan tentunya saya juga ingin berbagi kepada semua orang tentang beberapa warung makan enak dengan harga murah (wajar) di sekitar Pasar Johar Semarang agar tidak digetok seperti saya….

Berikut Beberapa diantaranya….



Peta Lokasi Tempat Makan Enak dan Murah Meriah di Sekitar Pasar Johar



A.    Kantin STIE BPD Jateng

Letaknya di area kampus namun dipinggir jalan

Di tempat ini terdapat beberapa pedagang makanan dengan menu rumahan, buka sejak pukul 6 pagi hingga siang menjelang sore hari. untuk ukuran harga tentunya harga mahasiswa. Soal Rasa jauh lebih enak daripada “ramuan” yang saya beli



Meskipun Judulnya Kantin Mahasiswa, Tempat Ini malah Banyak dikunjungi Para Pegawai Kantoran di Sekitarnya 

B.      Warung Nasi Padang

Warung Nasi Padang ini letaknya dekat Gapura masuk Pasar Johar, samping hotel Metro Semarang. Harga yang ditawarkan wajar. Nasi Rendang saat itu dibandrol Rp.12.000,- kalo sekarang mungkin Rp.14.000,- Soal Rasa boleh diadu karena yang jual orang padang asli, Untuk tempat memang agak sempit 

Warung Nasi Padang Ini Menjual Dagangannya Dengan Harga Wajar Sehingga Punya Pelanggan Setia, karena Rasa Yang Ditawarkan Juga Tidak Asal asalan


C.      Warung Bu Sopiah

Jika ditempuh dengan jalan kaki jaraknya mungkin agak lumayan, menu yang disajikan juga menu rumahan, contohnya pindang srani, Yang paling terkenal dari tempat ini adalah sambelnya yang katanya sedep. Pelanggannya adalah pegawai kantoran di sekitar Johar. Untuk harga jangan khawatir, sangat wajar.


Warung Sopiah, Meskipun dari Luar Terlihat Sepi Kini Menjadi Idola Baru Para Pegawai Kantoran di Area Johar Untuk Menghilangkan Rasa Lapar

D.      Kucingan Pak Muklis Depan GKN


Seperti kucingan ditempat lain,dagangan utamanya adalah Nasi Kucing, namun ternyata diantara nasi kucing tersebut kita juga bisa menemukan nasi kucing “bermerk” Gudeg bu Tini yang tersohor itu. Saat itu nasi kucing bermerk Bu Tini dibandrol Rp.5.000,- entah kalo sekarang. Diantara kucingan yang lain tempat ini boleh dibilang paling ramai. Mulai dari pegawai kantoran hingga tukang becak tumplek blek di sini.


Kucingan Paling Ramai di dekat Pasar Johar Terlihat dari Ukuran Tenda Yang Lumayan Besar

  E.      Gudeg Bu Tini

Sebelum kebakaran besar di tahun 2015 yang melanda Pasar Johar, Bu Tini berlokasi di dalam Pasar Johar, tepatnya berada di sebelah kiri setelah kita masuk. Entah kalo sekarang.  Rasa Gudegnya maknyus, cocok bagi lidah orang jawa tengah, namun tidak semanis gudeg Jogja asli. Bahkan dibanding Gudeg Abimanyu Semarang lidah saya lebih cocok dengan gudeg Bu Tini

Di Salah Satu Jalan Masuk Pasar Johar Inilah Lapak Gudeg Bu Tini Yang Tersohor Itu Berada